Pengajuan Legalitas Madin di Kab Pasuruan Terjun Bebas

0
16
Pengajuan Legalitas Madin di Kab Pasuruan Terjun Bebas

BANGIL – Pandemi Covid-19 juga berpengaruh terhadap pengajuan legalitas Madrasah Diniyah (Madin) di Kabupaten Pasuruan. Tercatat sampai awal Agustus ini, jumlah pengajuan legalitas Madin hanya bertambah 5 Madin sehingga total ada 1.485 yang terlegalitas.

Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PDPontren) Kemenag Kabupaten Pasuruan Sarjono mengatakan, imbas pandemic memang cukup berpengaruh pada pengajuan legalitas Madin ke Kemenag.

Padahal, dari Kemenag tetap membuka pelayanan untuk pengajuan legalitas. “Namun mungkin karena awal wabah korona kemarin, Madin juga tutup sehingga juga berpengaruh pada aktivitas Madin termasuk pengajuan legalitas ke Kemenag,” terang Sarjono.

Sehingga tercatat sampai awal Agustus, Jumlah Madin baru yang terlegalitas dari Januari hanya bertambah 5 Madin saja. Jumlah ini dipastikan menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu bisa mencapai 15 madin.

Sarjono mengatakan, sepinya pengajuan legalitas madin lantaran setelah ada wabah korona. Selain kegiatan Madin juga sempat vakum. Termasuk dengan adanya social distancing sehingga pengelola juga dirasa membatasi diri untuk bepergian.

“Saat awal wabah korona memang tidak ada yang pengajuan. Namun sekarang sudah ada mengajukan namun masih terbatas,” terangnya.

Termasuk untuk verifikasi di lapangan juga sulit dilakukan. Namun dengan mulai beraktivitasnya Madin saat ini, diprediksi verifikasi akan lebih mudah dilakukan.

Selain sudah melegalitas 5 madin baru, saat ini tercatat juga masih ada 20 Madin yang masih proses verifikasi. Sedangkan total jumlah madin yang sudah terlegalitas tercatat mencapai 1.485 madin.

Sumber : Radar Bromo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here